Luka Doncic tak terhentikan. Doncic sedang menikmati salah satu periode terbaiknya bersama Los Angeles Lakers. Tidak hanya membawa Lakers menundukkan Portland Trail Blazers 124-118 di NBA Cup 2026. Doncic mengukuhkan dirinya di jajaran awal persaingan pemain terbaik musim ini.
Doncic memimpin Lakers melalui 53 poin, 5 rebound, dan 5 asis selama 38 menit. Pemain asal Slovenia itu mencetak 17/33 tembakan yang setara dengan akurasi 51 persen. Termasuk 5 tripoin dan tambahkan 14/18 tembakan gratis.
Penampilan tersebut memperpanjang tren impresif Doncic. Ia telah membukukan setidaknya 50 poin dalam 11 gim sepanjang kariernya. Serta +40 poin dalam empat gim beruntun yang menyamai rekor Elgin Baylor, George Mikan, terakhir Kobe Bryant pada 2012.
"Saya sangat bersenang-senang. Tentu saja, bermain basket merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan bagi saya. Terlebih ketika Anda bermain seperti ini dan memenangkan pertandingan," ujar Doncic dilansir melalui Associated Press.
Baca juga: Luka Doncic Cetak 50+ Poin Ke-11 Dalam Kariernya
Doncic juga menjadi sorotan berkat tembakan spektakuler dari jarak sekitar 61 kaki atau 18,6 meter pada akhir kuarter kedua. Tripoin itu masuk setelah membentur papan. Bola tersebut sekaligus menutup paruh pertama pertandingan.
"Saya pikir tembakan itu mengubah seluruh energi di dalam tim dan arena. Saya merasa itu merupakan tembakan penting untuk dilakukan. Itulah alasan saya memutuskan untuk memasukkannya," kata All-NBA enam kali tersebut.
Doncic kini memimpin liga dengan rata-rata 40,1 poin per gim. Produktivitasnya tersebut bahkan mulai mendekati pencapaian legendaris Wilt Chamberlain. Rekor rata-rata 50,4 poin per gim Chamberlain belum tersentuh selama lebih dari enam dekade.
Dengan tambahan angka melawan Blazers itu, Doncic telah mengoleksi 361 poin dalam sembilan gim pertama di musim ini. Catatan itu menempatkan Doncic dalam posisi istimewa.
Baca juga: Carmelo Anthony dan Jason Kidd Dukung Luka Doncic Jadi MVP NBA Musim 2026-2027
Hanya Chamberlain yang mampu menghasilkan poin lebih banyak dalam kurun waktu yang sama. Ia meraup 472 poin dalam sembilan gim pertama musim 1962-1963. Serta 455 poin pada periode sama pada musim 1961-1962.
Dominasi Chamberlain pada periode tersebut memang sulit dipercaya. Ia mengakhiri musim 1961-1962 dengan rata-rata 50,4 poin per gim. Angka itu masih menjadi rekor tertinggi dalam sejarah NBA.
Michael Jordan mencatatkan rata-rata 37,1 poin per gim pada 1986-1987. Itu menjadi catatan tertinggi pada era tembakan tripoin. James Harden kemudian membukukan 36,1 poin pada 2018-2019 sekaligus menjadi produktivitas tertinggi pemain NBA pada abad ke-21.
Sementara itu, Kobe Bryant pernah mencatatkan rata-rata 35,4 poin per pertandingan. Torehan tersebut menjadi yang tertinggi di antara pemain Los Angeles Lakers sejak merger NBA dan ABA pada 1976.
“Musim masih sangat panjang. Kami baru menjalani 10 pertandingan dan masih memiliki 72 pertandingan lagi. Selama kami terus menang, saya tidak masalah. Hari ini saya memang banyak melepaskan tembakan, saya tidak akan berbohong. Semoga ini bisa terus berlanjut, tetapi kita tidak pernah tahu," ujar Doncic. (rag)
Foto: Mark J. Terrill/AP Photo