Saat Klay Thompson berbicara tentang keberhasilan Heat memenangkan tiga dari empat pertandingan terakhir, menyusul kemenangan atas LA Clippers pada Rabu malam (4/11) waktu AS, pernyataan itu terasa agak hampa. Karena menurut Ira Winderman dari Sun Sentinel, bahwa setelah sembilan pertandingan berlalu, dan Heat belum membuktikan apa pun. Mereka mencatat rekor 3-6 usai kekalahan dari Golden State Warriors, pada hari Kamis (5/11) waktu AS.
Lini serang Heat gagal menemukan ritme permainan saat menghadapi pertahanan Warriors. Dalam kekalahan tersebut, Heat mencetak 100 poin dengan akurasi tembakan lapangan sebesar 40,7 persen, serta mencatatkan 13 keberhasilan dari 44 percobaan tembakan tripoin (29,5 persen).
Golden State mencetak 28 poin yang berasal dari 22 turnover Miami. Warriors juga mengungguli Heat dengan perolehan 50-32 poin di area paint dan 21-7 poin melalui fast-break. Giannis Antetokounmpo mengakhiri pertandingan dengan 20 poin, hasil dari 7 tembakan lapangan dari 13 percobaan, 1 tembakan tripoin dari 5 percobaan, dan 5 tembakan gratis dari 7 percobaan, serta mencatatkan 14 rebound dan 4 asis. Ia mencatatkan statistik plus/minus sebesar minus 22.
Pada laga hari Rabu yang berakhir dengan kemenangan melalui babak perpanjangan waktu (overtime) melawan Clippers, tim Heat mencadangkan Andrew Wiggins dan menggantikannya dengan Pelle Larsson di fase krusial pertandingan. Namun, pada hari Kamis, Wiggins kembali tampil sebagai starter dan kembali mengalami kesulitan.
Meskipun Wiggins menghabiskan 5 menit 4 detik terakhir kuarter keempat serta sepanjang babak perpanjangan waktu di bangku cadangan, ia tetap diturunkan sebagai starter untuk kesembilan kalinya dalam sembilan pertandingan musim ini. Hingga delapan pertandingan pertama musim ini, Wiggins mencatatkan rata-rata 9,4 poin per pertandingan (angka terendah sepanjang kariernya) dengan rata-rata 8,8 percobaan tembakan per pertandingan, yang juga merupakan angka terendah dalam kariernya.
Ia pun belum mampu memberikan kontribusi positif seperti biasanya di sektor pertahanan. Kesulitan yang dialami Wiggins berlanjut pada hari Kamis, di mana ia hanya mencetak dua poin dengan akurasi tembakan 1 dari 6 percobaan (termasuk 0 dari 2 percobaan tembakan tripoin), serta mencatatkan 6 rebound dan 4 asis dalam waktu bermain 21 menit.
Hingga hari Kamis, susunan pemain inti Heat yang terdiri dari Davion Mitchell, Klay Thompson, Andrew Wiggins, Giannis Antetokounmpo, dan Bam Adebayo tercatat memiliki selisih skor negatif sebesar 5,8 poin per 100 penguasaan bola (possessions) selama 91 menit mereka bermain bersama musim ini.
Sebaliknya, susunan pemain yang terdiri dari Mitchell, Thompson, Larsson, Antetokounmpo, dan Adebayo justru mencatatkan selisih skor positif sebesar 36 poin per 100 penguasaan bola selama 23 menit mereka bermain bersama musim ini.
Sementara itu, Thompson tampil di tempat yang familier baginya, namun ia tidak mampu mengulangi performa gemilang yang ia tunjukkan saat melawan Clippers. Dalam kemenangan tersebut, Thompson tidak hanya mencetak 30 poin atau lebih, pencapaian pertamanya sejak meninggalkan Warriors pada jeda musim 2024, tetapi ia juga berhasil melesakkan tembakan tripoin penentu kemenangan di lima detik terakhir kuarter keempat atau babak perpanjangan waktu. Sebuah momen yang belum pernah ia alami sebelumnya sepanjang karier NBA-nya (baik di musim reguler maupun playoff).
Akan tetapi, pada hari Kamis, Thompson lebih sering meleset. Ia mengakhiri pertandingan dengan 11 poin, melalui akurasi tembakan lapangan 3 dari 10 dan tembakan tripoin 2 dari 7 dalam 23 menit bermain, saat timnya menelan kekalahan dari mantan timnya, yaitu Warriors.
Menurut Ira Winderman, tidak banyak yang bisa disimpulkan dari kemenangan melawan tim papan tengah seperti Atlanta Hawks, Indiana Pacers yang sedang pincang, maupun LA Clippers yang performanya tengah merosot. Dalam konteks tersebut, pertandingan ini menjadi pengingat akan realitas yang ada.
Memang, mengalahkan Warriors saat ini tidak lagi memiliki bobot sebesar dulu. Namun, karena lawan yang dihadapi adalah Stephen Curry, kemenangan tetaplah sesuatu yang berarti. Hanya saja, kali ini tidak demikian.
"Bahkan saat menghadapi tim yang diprediksi hanya akan berjuang untuk masuk ke babak play-in di Wilayah Barat, Heat tetap tidak mampu tampil maksimal di malam kedua dari rangkaian pertandingan beruntun (back-to-back)," ujar Ira Winderman.
Jadi, belum ada pencapaian berarti di era Giannis Antetokounmpo. Kenyataannya, Heat belum mampu mengalahkan Anthony Edwards, Brandon Miller, Cooper Flagg, Luka Doncic, dan Stephen Curry.
Kini hanya ada jeda dua hari untuk mengevaluasi bagaimana cara meraih kemenangan melawan siapa pun, dengan rekor 3-6 menjelang pertandingan hari Minggu, waktu AS, melawan Sacramento Kings. (tor)
Foto: Miami Herald