Dusty May bersiap memulai langkah besar dalam karier kepelatihan. May mendapatkan tugas sebagai kepala pelatih NBA untuk pertama kalinya. May akan menjalani debutnya di NBA dengan memimpin Dallas Mavericks pada musim 2026-2027.
Pemilihan May menjadi salah satu cerita menarik pada tahun ini. Sebelumnya May sukses membawa University of Michigan menjadi juara NCAA 2025-2026. Gelar tersebut menjadi yang pertama bagi Michigan dalam 37 tahun.
Sebelum sukses bersama Michigan, May juga mencuri perhatian saat membawa Florida Atlantic University tampil di final four NCAA 2022-2023. Mulai dari sana, May membangun reputasinya sebagai salah satu pelatih muda yang inovatif di perguruan tinggi.
Baca juga: Setelah Bawa Michigan Juara, Dusty May Menerima Tantangan Mavericks
Pelatih 49 tahun itu mengaku tidak pernah membayangkan menjadi pelatih NBA. Tapi ia menegaskan selalu mempersiapkan diri seolah kesempatan itu akan datang. Pada akhirnya, May mendapat kepercayaan dari Mavericks dan siap menjalani tantangan yang lebih besar.
“Saya memang mulai mempersiapkan diri untuk ini bertahun-tahun yang lalu. Saya sering datang menonton dan mencoba mencari tahu apakah saya benar-benar mampu melakukan pekerjaan ini dengan baik,” kata May dilansir melalui laman NBA.
“Jadi, kalau ditanya apakah menjadi pelatih NBA ini adalah mimpi saya, jawabannya tidak. Ini bukan mimpi saya. Tetapi sekarang saya telah mempersiapkan diri untuk momen ini selama bertahun-tahun dan bersaing melawan yang terbaik,” imbuhnya.
Setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih Mavericks, May menghadapi tantangan yang tentu akan sangat berbeda. NBA menghadirkan dinamika yang jauh lebih kompleks. Tidak hanya dituntut menyusun strategi, tapi juga mengelola ego pemain bintang, menjaga ruang ganti tetap harmonis, dan menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
Baca juga: Mavericks Akan Pindah dari Pusat Kota Dallas
“Ini seperti menjadi orang tua. Anda tidak akan pernah benar-benar siap atau sepenuhnya siap menghadapi semuanya. Tetapi setidaknya Anda berharap telah mempersiapkan diri dan melakukan segala yang Anda mampu untuk menghadapi setiap tantangan,” ujar May.
Kedatangan May bukan sekadar pergantian pelatih. Mavericks sedang berada dalam masa transisi besar setelah menjalani musim yang jauh dari harapan. Mavericks tidak lolos playoff dua musim beruntun.
Mavericks hanya memperoleh 26 kemenangan pada musim lalu. Catatan itu menjadi performa buruk Mavericks dalam sembilan musim terakhir. Puncaknya Mavericks memberhentikan Jason Kidd yang telah menangani tim selama lima musim. Termasuk membawa Mavericks ke Final NBA 2024.
Tugas May bukan hanya memperbaiki performa di lapangan. Ia juga dituntut mengembalikan kepercayaan para penggemar yang sempat luntur karena serangkaian keputusan kontroversial dalam dua musim terakhir. (rag)
Foto: Ron Jenkins/AFP