Tidak mudah menjadi Bronny James. Karena sejak direkrut oleh Los Angeles Lakers, Bronny telah menjadi sasaran kritik. Rata-rata semuanya membahas tentang perbedaan Bronny, dan ayahnya, LeBron James, yang merupakan wajah liga. Setelah lama tidak mau berkomentar tentang putranya, kini LeBron mulai berani berbicara tentang Bronny. Terutama soal perkembangannya.
Perlahan tapi pasti, Bronny mulai mengambil peran di Lakers. Ia tidak lagi dituntut untuk mencetak angka atau menciptakan peluang, karena Lakers sudah punya banyak pemain seperti itu dengan Luka Doncic dan Austin Reaves. Kini setelah ayah Bronny kembali setelah absen di bulan pertama musim ini, lini serang bukan lagi masalah.
LeBron sangat senang bisa bermain di tim yang sama dengan putranya, dan ia senang menyaksikan perkembangan putranya sebagai pemain. Di episode terbaru podcast "Mind the Game", ia berbicara tentang perkembangan tersebut.
"Rasanya luar biasa," katanya LeBron. "Bukan hanya sebagai seorang ayah, tetapi juga sebagai seorang yang mempelajari olahraga ini, melihat seseorang memanfaatkan apa yang ia lakukan tahun lalu di G League, memanfaatkannya, menjadi lebih nyaman, lalu masuk ke Summer League, dan menjadi lebih nyaman lagi. Ketika waktunya tiba tahun ini, teruslah merasa senang karenanya."
LeBron juga menyoroti penampilan Bronny dalam dua pertandingan beruntun awal bulan ini, di mana ia bermain selama 18 dan kemudian 19 menit dalam dua kemenangan Lakers, sebagai tanda yang jelas akan perkembangannya.
"Saya sangat bangga padanya, atas proses pendewasaannya, yang membuatnya tidak hanya bisa bermain bagus di kandang, lalu bermain dua kali berturut-turut di lingkungan yang sulit di Portland, lalu melakukannya lagi. Itulah inti dari NBA," imbuhnya.
Rekan LeBron di podcast "Mind the Game", Steve Nash, bertanya tentang bagaimana dia bisa menyeimbangkan antara menjadi seorang pemimpin tim dan seorang ayah.
"Ini batas tipis," kata LeBron, "tapi saat latihan, pertandingan, dan hal-hal semacam itu, yang penting adalah kepemimpinan. Saya salah satu pemain, saya salah satu pemimpin tim, tapi kami punya waktu luang di mana saya bisa bercerita kepadanya tentang apa yang saya lihat, apa yang saya lihat, apa pun itu."
Meski begitu, ia menekankan bahwa pada akhirnya, ia dapat melakukan apa yang ia bisa untuk membantu Bronny, tetapi keberhasilan putranya di liga akan bergantung pada dirinya sendiri.
"Dia harus menjalani perjalanannya sendiri," jelas LeBron. "Dan saya bisa memberinya cetak birunya, dan saya bisa memberinya beberapa hal yang telah saya lihat, tetapi saya ingin dia juga melewati api itu."
"Itu akan menjadi guru terbaik baginya, agar ia mampu melewati pengalaman-pengalaman ini dan keluar dengan cara terbaik yang ia tahu. Ia mencintai permainan ini, dan itulah yang terpenting, dan ia mencintai pekerjaannya, dan tidak ada yang bisa menggantikan kerja keras," pungkas pemimpin skor sepanjang masa di NBA tersebut. (tor)
Foto: Fadeawayworld.com